Showing posts with label Kata Saya. Show all posts
Showing posts with label Kata Saya. Show all posts

5/19/2010

Lomba Menggambar Nabi Muhammad

4 komentar
Sebuah halaman di facebook berisi undangan dari sebuah acara bertajuk "Everybody Draw Mohammed Day". Maksudnya apa? Ya, maksudnya, besok 20 Mei 2010, digelar sebuah acara hari menggambar nabi Muhammad. Ini sebuah provokasi bagi orang Islam, meski pun tidak mempengaruhi keimanan orang Islam itu sendiri. Anda tidak perlu kaget. Seorang Rasul Muhamad memang selalu difitnah. Tapi, beliau tetap menjadi orang besar yang diakui oleh seluruh musuh dan kawannya.
Beberapa kali foto animasi beliau diciptakan oleh para idiot yang sebetulnya mengagumi beliau tapi tidak mengakui kebesaran beliau. Orang muslim tidak perlu was-was. Fitnah keji seperti ini akan terhapus sendiri oleh mereka sendiri, para penyebar fitnah.
baca selanjutnya......

5/14/2010

Ketika Putri Pahlawan Nasional Hidup dalam Kemiskinan

2 komentar
Rayuan Pulau Kelapa, Sepasang Mata Bola, Gugur Bunga dan ratusan lagu perjuangan atau nasional sudah diciptakan oleh Ismail Marzuki. Ia menciptakan itu, tanpa layanan RBT, tanpa memikirkan royalti. 250 lagu lebih ia telah ciptakan selama tahun 30-50. Kita kerap menyanyikannya di waktu-waktu tertentu. Tapi bagaimana dengan kehidupan keluarga besar Ismail Marzuki sekarang?
Kabar tak sedap itu terdengar dari sebuah rumah kontrakan sederhana di wilayah parung Panjang, Tangerang, Banten. Putri satu-satunya Komponis sekaligus pahlawan Nasional itu sedang bergelut dalam kemiskinan. Bahkan ia nyaris tak mampu memperpanjang usia kontrakannya yang hampir habis. Bantuan pemerintah sebesar 1,5 juta sering terlambat, katanya. Uang sebesar itu dibayar pemerintah setiap empat bulan. Untuk memperpanjang hidup, Rachmi Aziah Ismail Marzuki, 60, harus berhutang.
baca selanjutnya......

4/14/2010

Mbah Priok

1 komentar

Makam Mbah Priok, Wali Jakarta itu digusur. Gara-gara sengketa tanah, makam kramat itu diusik keberadaannya. Siapakah sosok yang bersemayam di dalam makam itu? Dia adalah Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad Husain Ass Syafi'i Sunnira. Beliau juga digelari dengan Mbah Priok. Beliau lahir dan berjuang di abad 18 dari sebuah negeri bernama Batavia. Beliau adalah seorang wali, yang berjuang untuk agama dan negerinya.

Sejak dulu hingga hari ini, mbah Priok kerap diziarahi oleh para pengunjung dari berbagai pelosok tanah air. Bahkan hingga negeri seberang. Tak kurang dari beberapa Presiden kita pernah berdoa di sana.

Lantas kenapa mbah Priok diganggu dalam tidur abadinya?
baca selanjutnya......

3/22/2010

9-5

0 komentar
Orang Indonesia, katanya, pemalas dan suka libur. Mungkin benar juga. Coba saja anda lihat suasana kantoran. Para karyawan itu peka sekali dengan jam kerja. Mereka cepat beres-beres meja kerja sebelum jam kerja usai, jam 5 sore. Begitulah. Tapi memang faktanya begitu. Mereka itu bekerja hanya untuk bekerja dan pulang. Bahkan parahnya lagi, mereka sangat hafal hari-hari libur yang ditandai dengan warna merah di kalender. Jika satu hari libur terjepit di antara hari yang tidak merah, maka sekalian aja dijadikan hari libur. Hari kejepit pun digenapkan dengan cara mengambil cuti. Inikah Indonesia?
baca selanjutnya......

12/29/2009

Tentang Toyota Pak Menteri

2 komentar

Ide saya hari ini untuk menulis cuma satu: Toyota Crown Royal Saloon. Maaf, ini bukan sponsor dari mobil mewah yang harganya sebiji, konon, cuma 1,3 milyar itu. Tapi, karena para menteri kita dan pejabat tinggi lain akan menunggangi mobil itu. Keren bos, jabatan baru harus juga mobil baru toh.
Tak heran saya bila Pak Menteri Lingkungan Hidup mengucapkan terimakasih pada Pak SBY. "Terima kasih kepada Bapak Presiden atas mobilnya," ungkap Gusti Muhammad Hatta sebagaimana yang dipublikasikan detik.com.
Ketika dicoba pada hari pertama kemarin, sang menteri merasa mobil itu nyaman. Sunyi senyap, katanya. Pastinya begitu, Pak. Tapi, komentar pun riuh rendah kemudian. Ada yang setuju, tidak, mau, malu-malu dan seterusnya.

Pertanyaan saya dan mungkin anda, pembaca blog ini. Apakah mobil itu terlalu mewah buat negeri ini, di antara himpitan kemiskinan dan peluh kesulitan rakyat? Sudah, jangan dijawab. Mari, kita tanyakan pada Macan, Shio 2010.

Sumber Foto: detik.com
baca selanjutnya......

8/26/2009

Repoter Melaporkan dari Depan Rumah pada Pagi Buta

1 komentar

Wartawan itu bisa bekerja tanpa kenal batas waktu, tempat dan seterusnya. Tapi, soal etika apakah wartawan juga tidak kenal? Saya rasa, setiap profesi perlu mengenal etika.
Artikel ini menyoroti soal berita kemarin subuh soal penangkapan seorang teroris. Di layar televisi, seorang reporter televisi melaporkan secara langsung dari depan rumah seorang keluarga DPO teroris di wilayah Pamulang, Tangerang. Tahukah anda jam berapa reportase langsung tersebut?

Masih jam 4 pagi, saat saya masih makan sahur. Luar biasa, sang reporter begitu semangat bekerja di saat yang lain santap sahur atau tidur. Saya pikir laporannya akan panjang dan seru, sebagaimana biasa laporan soal teroris. Tapi, tak lebih dari 3 menit waktu sang reporter bicara.
Pertanyaan saya, untuk apa pada jam 4 pagi, sang reporter melaporkan dari depan rumah keluarga yang menurut polisi teroris tersebut, kalau untuk kemudian melaporkan hanya secuil informasi. Atau jangan-jangan, sang reporter berniat mewawancarai penghuni rumah tersebut tapi gagal, jadi hanya melaporkan dari depan rumah saja.
Jika anggota keluarga di Pamulang tersebut menolak wawancara, rasanya wajar juga. Bayangkan, di pagi buta mereka masih sibuk sahur, mereka malah mendapat "gangguan" dari orang-orang yang mengusik ketenangan di pagi buta. Apalagi tema yang akan ditanyakan adalah soal teror, sesuatu yang menakutkan dan menjadi phobia belakangan ini.

baca selanjutnya......

8/20/2009

Islamophobia, Teroris dan Shahrukh Khan

0 komentar

Teroris menteror setiap orang? Mungkin iya, paling tidak secara psikologis. Bahkan mungkin menimbulkan semacam paranoid berlebihan. Kita jadi saling curiga dengan setiap orang. Kewaspadaan memang perlu untuk mencegah aksi teror di masa mendatang, tapi kecurigaan membuat kita jadi paranoid atau ketakutan berlebihan. Apalagi terbetik kabar, perempuan bercadar, pria berjenggot dirazia - Pihak Kepolisian sendiri membantah berita razia ini.
Ini sikap paranoid berlebihan. Setiap ada aktifitas teroris, pesantren atau wajah orang Islam dilirik dengan sikap yang aneh. Paranoid semacam ini tidak cuma terjadi di Indonesia, di belahan dunia lain pun berlaku. Bahkan Amerika Serikat, memiliki paranoid lebih dari Indonesia.

Apa yang terjadi pada superstar Bollywood Shahrukh Khan, menunjukkan sikap paranoid AS pada teroris. Baru-baru ini ia ditahan di bandara Newark Airport in Newark, New Jersey, AS, karena ia memiliki nama Khan yang beraroma muslim. Ketika ia melewati petugas pemeriksaan dan menyerahkan paspor atau visa, nama Khan masuk dalam daftar teroris yang diwaspadai di Amerika.
Tak peduli Khan adalah bintang terkenal, petugas langsung menginterogasi. Menurut Khan ia merasa keberatan karena tempo interrogasi pada dirinya cukup lama. Ia sempat ditanya urusan apa datang ke Amerika.
Berita ini sontak menggemparkan dunia. Islamophobia menjadi isu hangat yang diperbincangkan di media AS dan India menyangkut kasus Khan. Sebagian memaklumi phobia ini karena setelah peristiwa 9/11 teroris menjadi isu yang mengkhawatirkan Amerika.
Bagaimana di Indonesia? Sejauh ini, mungkin kita belum menjadi paranoid seperti itu. Meski bisik-bisik islamphobia juga santer terdengar. Tapi, harapan kita, aparat tetap menjalankan tugasnya tanpa membuat kita saling curiga satu sama lain.
Teroris memang harus ditangkap. Teroris tidak identik dengan agama tertentu, meski mereka memiliki keyakinan dan agama tertentu.


baca selanjutnya......

7/19/2009

SBY dalam pidato Panas

0 komentar

Beberapa jam setelah peristiwa pembom-an 2 hotel di Jakarta, SBY memberikan pernyaan di depan para wartawan dalam dan luar negeri. Selain komentarnya tentang peristiwa mengerikan itu, ada pernyaan bahwa dirinya dijadikan target kelompok tertentu dalam sebuah latihan militer. Sungguh, saya dan mungkin banyak orang lain pasti terkaget-kaget mendengarnya. Kata beliau, info ini dari data intelijen, tapi perlukah diungkap demikian terbuka di depan publik?

Rasanya ini berlebihan. Apalagi info itu masih dalam proses intelijen. Terlalu buru-buru, Pak, mengkaitkan peristiwa pembom-an dengan pendudukan KPU atau Pemilu. Bahkan beliau mengatakan ada pihak yan gingin menggagalkan dirinya dilantik sebagai presiden baru. Sebagai Presiden, ucapan dan pikiran perlu ditimbang-timbang dulu sebelum diungkap. Saya dan masyarakat lain mungkin jadi begitu was-was mendengar ini. Bayangkan, seorang Presiden aja ada yang mencoba mengancam, apalagi kami masyarakat awam. Sinyalemen adakalanya menjadi sebuah fakta jika diselidiki dengan benar, tapi mengungkapkannya buru-buru saya rasa terlalu dini.
Saya pikir, situasi yang sedang panas seusai pemilu perlu didinginkan. Pernyataan aneh bisa jadi menambah pusing rakyat, bikin runyam.

baca selanjutnya......

7/15/2009

Sekolah [Tak] Gratis

0 komentar


Sekolah gratis, mau tak? Tawaran menarik itu dilontarkan dari mulut Cut Mini dalam iklan Sekolah Gratis yang dibuat oleh Departemen Pendidikan Nasional. Paling enak menyimak iklan ini, karena sangat menarik, apalagi terdapat kata gratis yang pasti terdengar juga enak di telinga. Berapa biaya tayangan iklan ini? Yang pasti tidak gratis. Tapi benarkah sekolah gratis? Ternyata, menurut Pak Menteri Bambang Sudibyo ketika diwawancarai di tv, tergantung sudut pandang masyarakat.

Jika menurut masyarakat definisi gratis dalam iklan itu, maka tidak seperti kenyataannya. Seperti diakui Pak Menteri, gratis menurut masyarakat berbeda gratis menurut pemerintah. Anggaran pemerintah yang terbatas, tidak mungkin membuat semuanya gratis. Masa makan siang dan seragam siswa sekolah juga digratiskan? Jadi, ada biaya yang harus dibayarkan oleh masyarakat.
ICW mengkritik pedas tayangan iklan itu sebagai menyesatkan. Sementara suara senada dilontarkan oleh komisi X DPR-RI. Jadi, sekolah gratis itu angin surga belaka? Entahlah. Yang pasti sewaktu kampanye Pak SBY mengaku tak suka memberi angin surga.
Kita tetap harus bersabar. Kerja keras biar uang banyak, agar tak tertiup angin surga yang kencang.
baca selanjutnya......

6/04/2009

Apalah Arti Sebuah Email

0 komentar

Saya tidak akan menulis panjang lebar soal kasus Email Prita Mulyasari yang menghebohkan itu, karena anda sudah pasti sudah tahu. Saya cuma sedikit salut dengan banjirnya perhatian terhadap peristiwa ini. Mulai dari Presiden, Capres, Departemen Kesehatan, Departemen Hukum & Ham, Depkominfo, Kejaksaan, Polri, Komnas Ham, YLKI, DPR, dan seterusnya. Itu berawal dari secarik email yang dikirim Prita Mulyasari kepada teman-temannya. Kelihatannya sepele, tapi isi email itu membuat RS Omni Internasioal meradang hebat. Hingga akhirnya, Prita pun mendekam di balik penjara.

Apa yang membuat email itu mencekam Omni Internasional? Jelas dalam email Prita Mulyasari terdapat kata-kata yang menurut mereka merusak imej. Tapi, hukum begitu mudah dipancungkan pada sebuah email dengan tuduhan pencemaran nama baik. Singkat cerita, pengadilan Prita yang dimulai hari ini mesti dikawal ketat agar kasus serupa tidak terjadi di kemudian hari. Ini untuk pertama kali, sebuah email mampu menjebloskan si pembuatnya ke dalam penjara dalam sejarah Informatika Tehnologi Indonesia. Kebebasan berpendapat, sesuai dengan kebenaran, adalah mutlak. Email yang sesuai dengan fakta semestinya dikirimkan ke seluruh dunia. Dukung Prita Mulyasari!

baca selanjutnya......

5/02/2009

Babi

1 komentar

Babi, hewan yang hidungnya aneh itu, tiba-tiba menjadi tren. Dimulai dari dendeng bercita rasa babi, lalu abon yang disusupi daging babi. Terakhir, serangan flu babi.Ini tidak main-main. Di Mexico saja sudah ratusan orang tewas. virus flu babi itu kini merambah ke berbagai negara Eropa. Betapa semua orang sibuk mengurusi si virus babi ini. Sampai-sampai Obama pun dibuat sibuk. Bagaimana dengan di Indonesia?

Sejauh ini, kata Ibu Menkes, kita masih aman. Tapi isu flu babi masih bersaing ketat dengan isu-isu politik di tanah air di berbagai media online. Maklum jelang PILPRES, para politikus masih sibuk hitung-hitung posisi, koalisi dan kursi. Tapi, antisipasi dari pihak DEPKES patut diacungin jempol.
Soal istilah flu babi, WHO memberi istilah baru H1N1 yang disetujui negara-negara barat. Mereka seperti enggan menggunakan istilah Swine Flu atau FLU BABI. Apalah arti sebuah nama? Tapi ketika flu burung, kenapa tidak diganti dengan nama lain? Mungkin di pikiran mereka takut mengganggu bisnis daging babi dan turunannya. Mungkin juga babi tak senang dijuluki istilah penyakit menyeramkan nan menakutkan.
Babi, hewan yang begitu menggemaskan dalam serial Muppet Show yang disosokkan dalam Miss Piggy Pig, kini berubah menjadi menakutkan. Wajah dunia kini ditutupi oleh masker agar tidak tercemar. Tapi babi is babi!
baca selanjutnya......

1/06/2009

Palestina

2 komentar

Bom-bom itu melesat ke wilayah palestina dan meledakkan kepala, jantung, kaki, perut siapa saja. Orang-orang Palestina yang malang itu tidak mampu berbuat apa-apa. Hampir 500 orang mati dengan sia-sia. Ribuan lain luka, menderita dan kehilangan segalanya. Keanehan pun terjadi. Bukan meriam-meriam Israel yang kita hentikan, negara-negara lain lebih sibuk memberi bantuan uang, makanan dan obat-obatan. Apa artinya itu semua? Sebab korban tak terhentikan dengan itu semua. Sebab ini bukan pertama kali Israel menyikat Palestina. Israel harus diperangi dengan hukum perang Internasional.

Amerika, Obama, Inggris, PBB tak berbuat apa-apa. Mereka malah meminta Hamas, pejuang Palestina itu untuk menghentikan serangan ke wilayah Israel. Inilah ironi terbesar dalam sejarah peradaban manusia. Siapa berani lawan Israel? FPI, PKS, Ahmadinejad, Iran, Osama? Orang Palestina menunggu sebuah tindakan nyata. Wilayah mereka, sejak tahun 1947, semakin mengkerut akibat dirampas tetangganya, Zionis Yahudi.
Seperti biasa, Israel akan berhenti perang jika ia sudah terpuaskan. Para tentaranya akan melenggang pulang seperti rasa bersalah di tengah tatapan mata dunia Internasional. Bahkan mereka mendokumentasikan aksi-aksi mereka dalam youtube. Seorang perwiranya dengan angkuh berucap, dalam video-video terlihat betapa kami akurat dalam membidikkan peluru-peluru kami!
Well, Mr. Obama, apa yang ada di dalam pikiranmu?
baca selanjutnya......

11/20/2008

Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku

1 komentar

Lagi-lagi, junjungan kami, umat Islam, Rasul Muhammad direkayasa dalam bentuk image animasi. Sekali ini, kemungkinan pelakunya dari negeri ini, karena menurut info yang beredar dari kalangan blogger, teks dari animasi itu digunakan dalam bahasa Indonesia. Saya sendiri belum sempat melihatnya karena lapotuak.wordpress.com keburu disuspend oleh wordpress atas permintaan pemerintah Indonesia. Pertanyaannya adalah, kenapa masih ada blog-blog yang mengobarkan api kebencian seperti ini?

Bagi umat Islam, kasus semacam ini atau yang pernah terjadi sebelumnya menunjukkan kepicikan individu-individu yang sebetulnya tak perlu terjadi. Nabi Muhammad sendiri pernah mengingatkan umatnya agar tidak memerangi umat lain atau membencinya dengan kalimat suci yang sederhana, "Bagimu agamamu, Bagiku agamaku!"
Jelas bahwa umat Muslim diingatkan untuk tidak mengusik agama lain atau keyakinan yang berbeda. Di dalam agama lain pun, tidak ada ajaran yang mengajarkan kebencian pada agama lain.
Reaksi berlebihan terhadap kasus semacam ini tidak perlu ditampakkan umat Muslim. Apalagi sampai terpancing untuk melakukan balasan kekerasan. Karena Nabi Muhammd sendiri semasa hidupnya sering mengalami hinaan dan teror, tapi menghadapinya dengan kelembutan. Hasilnya, Nabi Besar itu menang sebagai pemenang dengan membawa Islam sebagai agama yang benar dan penuh kedamaian.
Penghinaan melalui blog semacam lapotuak bukan hal baru bagi Rasul dan umat Islam. Tapi, Rasul tetap menjadi Rasul dan Nabi besar sepanjang masa.

baca selanjutnya......

11/18/2008

Preman

2 komentar

Genderang perang terhadap preman baru saja ditabuh Kapolri yang baru. Serempak, di berbagai wilayah rawan di Indonesia, para preman digaruk. Sebuah langkah yang bagus. Tapi, pertanyaannya, sampai kapan para preman ini dibikin mampus? Semoga saja tak berhenti tanpa tindak lanjut.
Para preman mungkin sekarang merasa gerah dan untuk sementara bersembunyi. Para aparat tetap terus bekerja. Jika preman tak ada lagi di terminal, stasiun dan sebagainya, cari saja di departemen, kampus, dan seterusnya. Preman-preman politik, mahasiswa yang jadi preman tengik, pengusaha preman boleh juga disikat ke akar-akarnya.

Definisi preman sendiri agak absurd. Identitas secara fisik, tatoo misalnya, tak juga bisa dipegang. Banyak yang bertato tapi bukan preman. Dewi persik ada tato, tapi premankah dia? Mungkin preman bisa diidentifikasi lewat tindakan atau cara perpikir? Tapi itu pun butuh kejelian. Sebab, nanti bisa-bisa salah tangkap. Banyak pemikir yang liar menghasilkan ide-ide nanti disangka preman. Repot juga. Tapi untuk sementara, orang-orang yang berkeliaran di tempat-tempat rawan bisa dianggap preman. Biar lebih cerdik, Pak Polisi menyamar jadi preman, biar tak salah tangkap. Biar bisa pegang kepala preman dan otomatis anak buahnya pasti ambil langkap seribu!

baca selanjutnya......

12/09/2007

1001 Headline

0 komentar

Tiada hari tanpa berita yang mengejutkan di negeri ini. Tak heran bila saya bingung ketika membaca koran tahun-tahun belakangan ini. Di halaman depan, begitu banyak berita yang berebutan jadi headline atau laporan utama. Mana dulu yang saya akan baca? Tentang konferensi pemanasan global di Bali,Premium yang disulap harganya, banjir di Jakarta, onderdil pesawat yang lepas dari pesawat yang sedang melayang, selebritas yang ketangkap mencandu narkoba, reog ponorogo yang tiba-tiba ada di Malaysia, emas yang langka di Asean Games. Yang mana yang saya baca?

Hampir semua headline itu adalah bad news. Saya merasa sakit kepala dan mencari obatnya dengan mencari berita good news. Memori di kepala ini sebaiknya disuapi dengan berita yang positif aja. Ada artikel soal jakjazz yang makin mengkilap saja di dunia Internasional, ada juga seorang pelajar yang mendapat penghargaan di ajang lomba internasional, ada soal wanita yang sukses wiraswasta dengan modal seadanya.
Rasanya mendingan sekarang setelah melahap yang baik-baik itu.
Tapi itu pun tak lama. Ketika mata saya memergoki artikel kecil tentang rencana kenaikan cukai rokok, kepala saya pun saya jadi pusing kembali. Maklumlah, sebagai
perokok berat, kenaikan harga rokok terasa bikin jengkel juga. Meski pun itu hanya 1000 atau 2000 perak.

Apakah kamu merasakan sakit kepala juga dengan artikel ini? Bagi saya komentar untuk
obat sakit kepala saya...

baca selanjutnya......

3/20/2007

Hantu Lokal Dalam Layar Perak Kita

0 komentar

Hantu selalu asyik dinikmati di dalam layar bioskop. Sejak kegairahan sineas kita memproduksi film layar lebar, beberapa film bertema horor pun gentayangan di bioskop-bioskop. Sebut saja, Tusuk Jelangkung yang sukses menjadikan keseraman menjadi tontonan yang menghibur penonton. Disusul kemudian judul-judul lain, seperti Bangsal 13, Bangku Kosong, Jelangkung 2,Pocong,kuntilanak,Lewat Tengah Malam, Terowongan Casablanca,dan seterusnya.

Tampaknya, sajian film horor memang selalu ditunggu. Sebagian judul-judul film sukses meraup rupiah, tapi sebagian lagi jeblok di pasar. Ini perlu dicermati atau dicurigai sebabnya. Dengan sedikit analisa, saya menarik kesimpulan bahwa film-film horor dengan tema lokal ternyata lebih mengundang antusias penonton. Rizal Mantovani ternyata jeli melihat itu. Dengan ramuan lokal, ia menggarap jelangkung, kuntilanak pada film-filmnya dan hasilnya, box office!
Tak mau kalah, Mr.Shankar dari rumah produksi membidani film-filmnya dengan mistik lokal. Sebut saja judul: Hantu Jeruk Purut dan Terowongan Casablanca. Film yang terakhir ini malah berminggu-minggu nongkrong di layar bioskop-bioskop tanah air. Penonton ngantri berjam-jam untuk menyaksikan keseraman lokal ini. Jadi, tak salah bila kemudian sang produser semakin nekad memproduksi film-film tema horor, khususnya bertema lokal. Dari sudut bisnis, lumayan menggiurkan. Apalagi, ongkos produksi film genre ini tergolong murah dibanding film bertema cinta atau laga.
Dalam waktu dekat tema-tema horor lokal akan terus diproduksi. Tapi bagaimana dengan penggarapannya? Ini menjadi pertanyaan yang menggelitik. Pada beberapa film yang pernah saya saksikan, terlihat jelas pola-pola film horor barat masih menjadi kiblat para sienas. Bahkan, bila tidak ingin menyebut menjiplak, ada satu dua judul yang seperti mengadaptasi film-film yang rasanya seperti kita kenal.
Tentu saja, saya ingin menyaksikan tema lokal dengan sentuhan lokal. Rasanya kita mampu membuat film sejenis Nightmare On Elm Street, Psycho, Stigmata, Wishmaster, bila kita memang serius dan mau belajar. Setuju?



baca selanjutnya......
Blog Widget by LinkWithin
 

Jurnalisme Blog. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com