Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

9/15/2009

Film Animasi Meraih Mimpi Digarap Sutradara Muslim Asal Amerika

9 komentar
Film Indonesia terus menggeliat. Beragam tema cerita, tehnik dan konsep terus mengalir dari insan perfilman, meski mereka mengakui sedang berduka akibat UU per-film-an yang baru disahkan DPR dianggap membelenggu kreatifitas mereka. Ini terbukti dari lahirnya sebuah film animasi pertama di layar lebar dengan tehnik 3 dimensi. Jika melihat trailer film ini, kita akan mengacungkan jempol buat para pembuat film ini, karena tehniknya tidak kalah dengan film animasi barat.
baca selanjutnya......

8/18/2009

Jagoan Baru Indonesia Telah Datang

0 komentar

Lupakan pendekar kungfu dari Hongkong seperti Wong Fei Hung, Fong Sai Yuk atau pendekar mabuk yang diperankan Jacky Chan dalam Drunken Master. Indonesia kini punya jagoan baru, Yuda, pendekar dari tanah Minang, yang diperankan oleh Iko Uwais. Pemuda kelahiran 1983 ini berakting apik dalam film anyar yang kini beredar di bioskop tanah air dan tengah dipromosikan di festival luar negeri.
beraksi dengan jurus-jurus mautnya dalam film full action Merantau. Dalam film ini ia benar-benar memerankan jagoan baru yang siap melumat lawan-lawannya. Seperti kata sang Produser dan sub title dalam film ini: Asia's Newest Action Hero. Jagoan baru dari Asia telah datang!

Merantau digarap dengan sangat serius. Gambar-gambar dalam film ini luar biasa, dengan aksi laga yang seru, asyik dan berbeda dengan film-film Indonesia sebelumnya. Yuda berperan sebagai seorang pendekar budiman yang mengalahkan musuh-musuhnya dengan jurus-jurus silat. Tampaknya film ini ingin menawarkan silat sebagai budaya bangsa ke dunia internasional. Dan memang, Iko Uwais piawai berlaga dengan jurus harimau-nya. Tentang jurus harimau, seperti kata sang produser merupakan jurus silat asli dari Padang yang memang sudah langka dan hanya tinggal sedikit orang yang menguasainya.
Iko memang menguasai silat. Ia mendapat peran ini gara-gara, suatu hari, berpencak silat di Perancis. Sang sutradara, Gareth Huw Evans, terpesona menyaksikannya dan menawarkan Iko untuk bermain dalam film ini.
Kita acungkan jempol untuk warna baru dalam film ini.

baca selanjutnya......

9/24/2008

Laskar Pelangi di Hari Lebaran

2 komentar


Sesuai rencana, besok film Laskar Pelangi yang diangkat dari novel laris "Laskar Pelangi" dirilis serentak di seluruh bioskop-bioskop Indonesia. Film yang dibintangi 12 anak-anak dari Belitong, Sumatera, ini benar-benar disiapkan khusus. Proses syutingnya saja memakan waktu satu tahun lebih untuk riset dan syuting. Sebagai produser, Mira Lesmana optimis film ini akan sukses dengan strategi jitu penayangannya pada saat lebaran.“Dalam proses pembuatan film ini hampir 100% pengambilan gambar dan syuting dilakukan di Belitong. Dan satu hal yang cukup istimewa di film ini, 12 orang pemain, 10 Laskar Pelangi dengan dua karakter pelengkap yang memerankan Flo dan A Ling, semuanya asli dari Belitong,” ungkap Mira.



Andre Hirata, sebagai penulis novel Laskar Pelangi mengungkapkan keterharuannya selama proses berlangsung. Kenangan masa kecilnya di Belitung seperti membangkitkan kembali kenangan masa kanak-kanaknya yang menjadi tema cerita Laskar Pelangi. Ketika melihat preview gambarnya, Andre sempat menitikkan airmata haru selama beberapa menit. Diakuinya, sudah ribuan film yang pernah ditontonnya selama hidupnya, tapi baru sekali ini ia merasa keindahan dari gambar-gambar film Laskar Pelangi. "Bukan karena ini film dari novel saya, tapi karena memang gambar-gambar yang digarap luar biasa indah,"katanya di hadapan wartawan.
Laskar Pelangi tampaknya bisa mengulangi kesuksesan Petualangan Sherina yang diproduksi Miles Production

baca selanjutnya......

9/18/2007

The Wall

0 komentar

THE WALL bercerita tentang pembuatan film di sebuah villa tua yang menakutkan. Sabrina (Nessa Sadin) adalah penulis skenario yang bergaya gothic. Dia menulis skenario di villa angker itu agar mendapatkan feel yang bagus buat ceritanya.

Setelah skenario rampung, Sabrina meminta produser Yudo (Ray Sahetapi) segera syuting film atas dasar cerita skenarionya itu. Sang sutradara, Mr D (Defry) merespons keinginan Sabrina.

Syuting berlangsung di Villa Cikubang, Puncak, Bogor, banyak kejadian aneh yang dirasakan para kru dan produksinya. Misalnya, genset tiba-tiba mati, ada bayangan orang di tembok ketika seseorang memotret dengan kamera digital. Lantas, di kamar mandi villa, air bercampur tanah mendadak keluar dari kran. Padahal, villa itu sudah tua dan tidak digunakan.

Orang-orang yang terlibat dalam syuting itu satu persatu tewas misterius, termasuk Sabrina yang kedapatan mati membusuk. Sementara pemeran utama filmnya, Fathan (Rifky Balweel) dan Mischa (Deriell Jaqueline) merasa terancam jiwanya dengan kejadian aneh di villa tersebut. Mereka lalu berusaha menyelamatkan diri.

Dalam ketegangan itu, muncul mantan pacar Fathan bernama Olla (Safira). Mischa cemburu dengan kehadiran Olla. Konflik cinta segitiga pun terjadi.

Pembuatan film jadi berantakan. Seluruh kru film lebih memilih menyelamatkan diri dari beragam teror. Mengapa villa tersebut mengancam semua orang? Siapakah di balik teror itu?

baca selanjutnya......

8/23/2007

Mr.Bean's Holiday

0 komentar

In his latest misadventure, Mr. Bean--the nearly wordless misfit who seems to be followed by a trail of pratfalls and hijinks--goes on holiday to the French Riviera and becomes ensnared in a European adventure of cinematic proportions. Tired of the dreary, wet London weather, Bean packs up his suitcase and camcorder to head to Cannes for some sun on the beach.

But his trip doesn't go as smoothly as he had hoped when the bumbling Bean falls face first into a series of mishaps and fortunate coincidences, far-fetched enough to make his own avant-garde film. Wrongly thought to be both kidnapper and acclaimed filmmaker, he has some serious explaining to do after wreaking havoc across the French countryside and arriving at his vacation spot with a Romanian filmmaker's precocious son and an aspiring actress in tow. Will Bean be arrested by the gendarmes or end up winning the Palme d’Or?
Also Known As:
Bean 2
Bean II
Bean Sequel
French Bean
Mr Bean's Holiday
Mr. Bean's Holiday
Production Status: In Production/Awaiting Release
Logline: Mr. Bean travels to the South of France on holiday, causing the usual mayhem and ending with an unscheduled screening of his video diary at the Cannes Film Festival.
Genres: Comedy, Adaptation and Sequel
Running Time: 1 hr. 28 min.
Release Date: August 24th 2007 (wide)
MPAA Rating: G
Distributors:
Universal Pictures Distribution
Production Co.:
Working Title Films, Tiger Aspect Productions, Canal Plus, Motion Picture ETA Produktionsgesellschaft
Filming Locations:
France
London, England UK
Paris, France
London, England, United Kingdom
Produced in: United States


baca selanjutnya......

7/30/2007

Movie Reviews: 'The Simpsons Movie'

0 komentar

Film critics are of two minds about The Simpsons Movie. Sure, it's funny, most of them agree, as funny as the best episodes of the TV Simpsons. But, they seem to ask, as if the voice of Peggy Lee were playing in their minds, "Is that all there is?" Roger Ebert puts it this way in the Chicago Sun-Times: "The most unexpected thing about The Simpsons Movie is that although it expands its view to include panoramic Alaskan vistas and a more panoptic view of Springfield than we've seen, it doesn't push the boundaries of the TV show in a narrative sense.

Unlike South Park: Bigger, Longer, Uncut, The Simpsons Movie doesn't venture anything more transgressive than it usually does; it doesn't take the gloves off." Kyle Smith in the New York Post similarly suggests that the movie version "takes no chances," then asks, "Why is it worth $11? Because a supersized Simpsons episode is funnier than 90 percent of movie comedies." A.O. Scott concludes his review in the New York Times by remarking, "Ten or 15 years ago, The Simpsons Movie ... might have felt riskier and wilder. But The Simpsons, for all its mischief and iconoclasm, has become an institution, and that status has kept this film from taking too many chances. Why mess with the formula when you can extend the brand? Do I sound disappointed? I'm not, really. Or only a little. The Simpsons Movie, in the end, is as good as an average episode of The Simpsons. In other words, I'd be willing to watch it only -- excuse me while I crunch some numbers here -- 20 or 30 more times." Geoff Pevere in the Toronto Star actually applauds the movie's producers for sticking with the tried and true. He writes: "The Simpsons Movie couldn't give a doodle in a doughnut hole about expectations anyway. It may deliver what we've already got, but it leaves no doubt why we got it in the first place." And Liam Lacey in the Toronto Globe and Mail concedes that he feels ambivalent about the movie. "It's often clever and silly, but rarely inspired and there is nothing remotely necessary about it," he comments. Yet, on the other hand, he says, "This isn't supposed to be a typical contemporary family movie, in which the narrative serves as the centre of a cross-promotional campaign with TV, theme park, fast food and toy corporations. This is The Simpsons which, with its first big-screen effort, is underachieving and proud of it, man."

baca selanjutnya......
Blog Widget by LinkWithin
 

Jurnalisme Blog. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com