6/04/2009

Apalah Arti Sebuah Email



Saya tidak akan menulis panjang lebar soal kasus Email Prita Mulyasari yang menghebohkan itu, karena anda sudah pasti sudah tahu. Saya cuma sedikit salut dengan banjirnya perhatian terhadap peristiwa ini. Mulai dari Presiden, Capres, Departemen Kesehatan, Departemen Hukum & Ham, Depkominfo, Kejaksaan, Polri, Komnas Ham, YLKI, DPR, dan seterusnya. Itu berawal dari secarik email yang dikirim Prita Mulyasari kepada teman-temannya. Kelihatannya sepele, tapi isi email itu membuat RS Omni Internasioal meradang hebat. Hingga akhirnya, Prita pun mendekam di balik penjara.

Apa yang membuat email itu mencekam Omni Internasional? Jelas dalam email Prita Mulyasari terdapat kata-kata yang menurut mereka merusak imej. Tapi, hukum begitu mudah dipancungkan pada sebuah email dengan tuduhan pencemaran nama baik. Singkat cerita, pengadilan Prita yang dimulai hari ini mesti dikawal ketat agar kasus serupa tidak terjadi di kemudian hari. Ini untuk pertama kali, sebuah email mampu menjebloskan si pembuatnya ke dalam penjara dalam sejarah Informatika Tehnologi Indonesia. Kebebasan berpendapat, sesuai dengan kebenaran, adalah mutlak. Email yang sesuai dengan fakta semestinya dikirimkan ke seluruh dunia. Dukung Prita Mulyasari!

Artikel Terkait Lain



1 komentar:

David Pangemanan on 11:11 PM said...

PT. TUNAS FINANCE MENYENGSARAKAN KONSUMEN

Singkat kronologisnya, saya kredit truk dengan 36 X cicilan @ Rp. 3,5 jt-an. Setelah 14 X nyicil, truk hilang. Ternyata penggantian dari perusahaan asuransi (PT. Asuransi Wahana Tata) hanya cukup untuk menutup 22 X pelunasan (cicilan + bunga) yang belum jatuh tempo. Akhirnya saya yang telah mengeluarkan biaya lk. 115 juta (uang muka + cicilan + perlengkapan truk), dipaksa untuk menerima pengembalian yang jumlahnya lk Rp. 3,4 jt.
Menurut petugas PT. Tunas Finance (Sdr. Ali Imron), klaim asuransi yang cair dari PT. Asuransi Wahana Tata, sebagian digunakan untuk membayar pengurusan Surat Laporan Kemajuan Penyelidikan di Polda Jawa Tengah di Semarang. (atau dengan kata lain, konsumen telah dipaksa melakukan suap di Polda Jateng). Jelas dalam hal ini PT. Tunas Finance (PT. Tunas Financindo Sarana) telah memaksa konsumen taat pada perjanjian susulan yang sebelumnya tidak diperjanjikan. Tentu saja kondisi perjanjian susulan itu sangatlah memberikan keuntungan
maksimal bagi pelaku usaha, tidak perduli berapapun kerugian yang diderita konsumen. Sebagai catatan, perjajian yang dibuat tidak didaftarkan di kantor Pendaftaran Jaminan Fidusia di tempat domisili debitur/konsumen.

Dan melalui surat terbuka ini saya ingin mengajak segenap komponen bangsa yang perduli terhadap masalah Perlindungan Konsumen, untuk menuntut PT. Tunas Finance secara pidana maupun perdata. Setidaknya hal ini untuk mencegah jatuhnya korban lainnya oleh PT. Tunas Finance (PT. Tunas Financindo Sarana).
Saya nantikan bantuan/partisipasi Anda sekalian. Terima kasih.

David
HP. 0274-9345675.

Blog Widget by LinkWithin
 

Jurnalisme Blog. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com